Selasa, 27 November 2018

Semester Ganjil Madin Nurul Islam Al Muniri

Semester Ganjil
Madin Nurul Islam Al Muniri
TA 2018-2019

Ujian Semester bukan segalanya tentang tes akademik. Melainkan kejujuran, mental serta kerja keras merupakan salah satu unsur yang tidak bisa kita tinggalkan.
Bukan Ujian Semester  yang harus kau Khawatirkan, tapi ujian hidup yang akan kau lalui setelah kau meninggalkan bangku Pesantren.
Guru adalah mentormu, pendukungmu, serta orang tua di Madrasah bagimu. Ketika hatimu ragu, di Madrasah merekalah tempat untukmu mengadu.
Belajar 5 menit tapi rutin setiap hari lebih baik daripada belajar berpuluh-puluh jam tapi hanya 1 kali seumur hidup.
Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Lakukan semua yang kau mampu, kemudian berdoa dan berserahlah dibawah kesempurnaan milik-Nya.
Tak ada gading yang tak retak. Ketika kau ragu, bertanyalah pada temanmu sebelum terlambat dimulainya ujianmu
Pupuklah selalu kepercayaan diri yang ada dalam dirimu. Karena sebenarnya kamu benar-benar mampu dan tidak ada seorangpun yang membatasimu untuk mecari ilmu.
Teman yang banyak di madrasah memang baik untukmu. Tapi ingatlah, ketika kau duduk di bangku ujianmu, semua hanya akan tentang dirimu dan kemampuanmu.
Tidak peduli sepintar apapun dirimu, meninggalkan satu mata pelajaran saja dapat meninggalkanmu untuk tetap duduk di bangku madrasah dengan menyaksikan teman-temanmu meraih kesuksesan.
Sebuah buku dapat merubah dari yang tidak tahu menjadi berilmu.
Ingat, yang terpenting dari Ujian Semester bukanlah lomba untuk meraih peringkat yang tertinggi. Melainkan sebuah tes yang dilakukan untuk membuat tolak ukur atas kemampuanmu sendiri untuk melangkah ke jenjang pendidikan serta karir yang lebih tinggi.
Jika kau tak pernah melangkah maju, maka kau takkan pernah tahu. Jika kau sering mengabaikan gurumu, maka kau takkan pernah berilmu.
Percayalah, tidak akan ada yang sia-sia di dunia ini. Terutama kerja kerasmu untuk menuntaskan bangku sekolahmu.
Seorang yang MAMPU bukanlah karna memang dia sudah serba tahu. Tapi seorang yang MAMPU adalah orang yang MAU dan TAK LELAH untuk mencari ilmu.
Setinggi apapun gunungnya, pasti sudah ada manusia yang telah mendaki disana. Sesulit apapun soal Ujianmu yang ada, akan ada seseorang yang bisa menjawabnya. Apakah kalian orang tersebut?
Lihatlah lembar jawabmu besok bukan sebagai sebuah beban, melainkan sebagai sebuah peluang. Peluang yang akan membawamu ke salah satu gerbang kesuksesan.
Harga dari sebuah baju baru, sepasang sepatu baru, serta sebuah tas baru tak akan sanggup mengalahkan ilmu yang telah diberikan oleh sebuah buku.
Memang perpisahan takkan terelakan. Entah aku lulus, entah aku tetap dibangku ini, kau akan tetap menjadi teman baikku wahai buku-buku pelajaranku.
Jika diibaratkan, Ujian Semester hanyalah sebuah anak tangga yang harus kau lewati sebelum menempuh ribuan anak tangga lain yang menanti di masa depan.

Selamat menjalankan ujian semester ganjil
Di Madrasah Diniyah Nurul Islam Al Muniri
TP 2018-2019
Semoga Sukses selalu Amiin

#bersama_santri
#damailah_negeri
#dari_almuniri
#untuk_NKRI

Taftisyul Qutub

Taftisyul Qutub
taftisyul kutub, yaitu santri harus mengumpulkan dan menunjukkan seluruh catatan dan buku diktat mulai dari kelas awal hingga kelas akhir.  Santri mengumpulkan buku dan catatan ke kantor untuk di periksa, di tanda tangani, serta di stempel oleh dewan asatidz yang bertugas, Pelaksanaan ujian taftisul kutub yaitu kemarin hari Kamis tanggal 22 Nopember 2018
Dan Taftisul Qutub merupakan salah satu syarat mengikuti Ujian Semester di Madrasah Diniyah Nurul Islam Al Muniri Kendal/Sumbertlaseh Dander Bojonegoro

#bersama_sanri
#damailah_negeri
#dari_almuniri
#untuk_NKRI



Maulid Nabi Muhammad Saw

Maulid Nabi Muhammad SAW
Penjelasan Para Ulama Tentang Maulid Nabi Muhammad

Bulan Rabiul Awal ini merupakan bulan yang istimewa. Bagaimana tidak istimewa?, pada bulan tersebut manusia terbaik, hamba Allah dan utusan Allah termulia dilahirkan di dunia. Pada 1400 abad yang lalu, tepatnya pada hari Senin 12 Rabiul Awal 576 M, baginda Nabi Muhammad Saw dilahirkan dari pasangan Sayyid Abdullah dan Sayyidah Aminah Radliya Allahu ‘anhuma.

Setiap tahun hari kelahirannya dirayakan oleh umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Berbagai acara mulai di tingkat desa hingga istana negara menyelenggaraan perayaan maulid. Lantas bagaimana pendapat para ulama’ 4 madzhab mengenai tradisi perayaan maulid tersebut? Berikut ini kami rangkum beberapa statemen ulama’ mengenai tradisi tahunan tersebut.

Al-Imam al-Suyuthi dari kalangan ulama’ Syafi’iyyah mengatakan:

هُوَ مِنَ الْبِدَعِ الْحَسَنَةِ الَّتِيْ يُثَابُ عَلَيْهَا صَاحِبُهَا لِمَا فِيْهِ مِنْ تَعْظِيْمِ قَدْرِ النَّبِيِّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَإِظْهَارِ الْفَرَحِ وَالْاِسْتِبْشَارِ بِمَوْلِدِهِ الشَّرِيْفِ

“Perayaan maulid termasuk bid’ah yang baik, pelakunya mendapat pahala. Sebab di dalamnya terdapat sisi mengagungkan derajat Nabi Saw dan menampakan kegembiraan dengan waktu dilahirkannya Rasulullah Saw”.

Dalam kesempatan yang lain, beliau mengatakan:

يُسْتَحَبُّ لَنَا إِظْهَارُ الشُّكْرِ بِمَوْلِدِهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَالْاِجْتِمَاعُ وَإِطْعَامُ الطَّعَامِ وَنَحْوُ ذَلِكَ مِنْ وُجُوْهِ الْقُرُبَاتِ وَإِظْهَارِ الْمَسَرَّاتِ

“Sunah bagi kami untuk memperlihatkan rasa syukur dengan cara memperingati maulid Rasulullah Saw, berkumpul, membagikan makanan dan beberapa hal lain dari berbagai macam bentuk ibadah dan luapan kegembiraan”.

Dari kalangan Hanafiyyah, Syaikh Ibnu ‘Abidin mengatakan:

اِعْلَمْ أَنَّ مِنَ الْبِدَعِ الْمَحْمُوْدَةِ عَمَلَ الْمَوْلِدِ الشَّرِيْفِ مِنَ الشَّهْرِ الَّذِيْ وُلِدَ فِيْهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ

“Ketahuilah bahwa salah satu bid’ah yang terpuji adalah perayaan maulid Nabi pada bulan dilahirkan Rasulullah Muhammad Saw”.

Semoga bermanfaat.

#dari_santri_untuk_negeri
#dari_almuniri_untuk_NKRI

Selasa, 30 Oktober 2018

Kartu Tanda Santri

Kartu Tanya Santri ( KTS) 
Alhamdulillah KTS nya santri baru udah jadi
KTS, apa itu KTS
KTS adalah Kartu Tanda Santri.

Sejenis dengan KTP atau e-Ktp.
Bedanya KTS ini dana nya tidak dikorupsi. Karena dananya kecil. Hanya cukup buat beli Sempol. Sedikit bocoran. Untuk sementara dan mungkin seterusnya, KTS tidak bisa digunakan untuk mendaftar di KUA. Apalagi untuk ngutang di warung tetangga. Jadi jangan coba-coba  Jadi KTS ini manfaatnya apa?

Salah satu Manfaatnya, bisa untuk mengenang ketika sudah alumni bahwa kita pernah jadi santri. Sekaligus jadi REM untuk tidak melakukan tindakan yang melampaui batas santri. Ex: mewarnai rumah tangga orang. Mencuri amplifier masjid dll


Minggu, 21 Oktober 2018

Logo ISDANIA

LOGO ISDANIA 
( Ikatan Santri dan Alumni Pondok Pesantren Nurul Islam Al Muniri )
Kendal/Sumbertlaseh Dander Bojonegoro


Logo dan Kop Madin Nurul Islam Al Muniri


Logo Madrasah diniyah
Nurul Islam Al Muniri


kop
Madrasah Diniyah Nurul Islam Al Muniri


Kamis, 18 Oktober 2018

Hari Santri Nasional

HARI SANTRI NASIONAL

Hari Santri Nasional Kenapa tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional ? Mungkin dari kita ada yang bertanya-tanya seperti itu. Setiap peristiwa pasti mempunyai sebuah sejarah tersendiri. Dan setiap sejarah pasti mempunyai makna dan filosofi yang harus kita ketahui.Sehingga kita sebagai umat muslim dan khususnya untuk para santri harus mengetahui sejarah dan latar belakang ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.
Hari Santri merupakan sebuah hari untuk memperingati peran besar kaum kiai dan kaum santri dalam perjuangannya melawan penajajah yang bertepatan dengan resolusi jihad dari Mbah KH. Hasyim pada tanggal 22 Oktober.
Itulah alasan yang mendasari kenapa Hari Santri Nasional ditetapkan pada tanggal 22 Oktober, yang sebelumnya Presiden Jokowi berpendapat pada tanggal 1 Muharram.Sejarah membuktikan, para santri bersama dengan pejuang lainnya mempunyai peran yang sangat penting dalam merebut kembali kedaulatan negara republik Indonesia dari penjajah bangsa asing.Presiden Jokowi juga pernah mengamini peran historis dari kaum santri. Mereka yang ikut berjuang dan mempunyai peran dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, antara lain KH. Hasyim Asy’ari yang merupakan salah satu tokoh yang mendirikan Nahdatul Ulama, KH. Ahmad Dalan dari Muhammadiyah, A. Hassan dari Persis, Ahmad Soorhati dari Al Irsyad, dan Abdul Rahman dari Matlaul Anwar.
Belum lagi para perwira atau prajurit Pembela Tanah Air yang ternyata banyak berasal dari kalangan santri. Sehingga perjuangan para santri harus diperingatkan menjadi salah satu Hari Besar di Indonesia.

Makna yang Terkandung dalam Hari Santri Nasional


Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober mempunyai makna yang begitu dalam bagi kalangan santri sendiri.
Dalam sejarah, peran mereka dalam memperjuangkan bangsa ini dari penjajah sudah tidak diragukan lagi. Mereka ikut berjuang dan mengorbankan nyawanya demi untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa.Sekarang ini, tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional pada tahun 2015 lalu oleh Bapak Presiden Jokowi. Hari itu merupakan sebuah hari yang membangun semangat santri untuk lebih memperbaiki kualitas diri demi kemajuan bangsa Indonesia untuk kedepannya.

Karena mengingat sejarah itu sangat penting sekali. Dari sejarah kita akan mendapatkan ilmu dan wawasan yang begitu luas. Ingatan sejarah akan memberikan bekal ilmu pada zaman yang modern ini.
Tujuannya apa ? Agar kita selalu bermuhasabah diri, memperbaiki kualitas pribadi demi kemajuan bangsa Indonesia untuk kedepannya.

Sejarah Hari Santri Nasional

Ada beberapa alasan pemerintah menjadikan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Presiden Jokowi menjelaskan besarnya peran santri untuk bangsa Indonesia. Para tokoh-tokoh besar yang mempunyai andil itulah yang membuat pemerintah menilai dan mempertimbangkan Hari Santri Nasional sangat penting ditetapkan.Hal tersebut sangat berkaitan erat dengan peristiwa bersejarah bangsa Indonesia yang membawa bangsa Indonesia mendapatkan kemerdekaan dari para penjajah berkat perjuangan para santri dan campur tangan Tuhan Yang Maha Esa.
Resolusi jihad yang diceruskan oleh pendiri NU yaitu KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober pada tahun 1945 di Surabaya untuk mencegah dan mengahalangi kembalinya tentara kolonial Belanda yang mengatas namakan NICA.
KH. Hasyim Asy’ari sebagai tokoh besar pendiri Nahdatul Ulama menyerukan jihad dengan mengatakan bahwa “Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap orang”
Seruan jihad itulah yang di kobarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari untuk membakar semangat para santri Surabaya untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.
Jenderal Mallaby tewas dalam pertempuran yang berlangsung tiga hari berturut-turut, yaitu pada tanggal 27, 28, 29 Oktober 1945. Ia tewas bersama dengan pasukannya yang kurang lebih sebanyak 2.000 pasukan.
Hal tersebut yang membuat marah angkatan perang Inggris, hingga berujung pada , peristiwa 10 November 1945 yang merupakan Hari Pahlawan.
Kemerdekaan Indonesia memang tidak lepas dari perjuangan kaum santri dan kaum ulama. Itulah kenapa tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional.
Selamat Hari Santri Nasional. Semoga apa yang menjadi harapan diperingati Hari Santri Nasional ini dapat dilakukan dengan baik demi terciptanya negara yang maju.
#Bersama_Santri_Damailah_Negri
#Dari_Almuniri_Untuk_NKRI


Patriot Integritas Muda Jatim Gelar Sosialisasi Antikorupsi di PP Nurul Islam Al-Muniri Bojonegoro

BOJONEGORO – Patriot Integritas Muda (PIM) Provinsi Jawa Timur menggelar Sosialisasi dan Motivasi Pendidikan Integritas Antikorupsi di Pondo...